Anak adalah anugrah dari Allah SWT, sebuah harta yang sangat berharga yang memang harus dijaga walau nyawapun jadi taruhannya. Tiap-tiap anak yang dilahirkan layaknya kertas putih, dan orang tua dan lingkunganlah yang akan mengisi kertas itu.
Apa jadinya kalau anak2 tersebut ditelantarkan atau bahkan dihilangkan nyawanya, di mana hati nurani mu wahai orang tua ?
Sungguh itu adalah hal yang keji, saya sangat prihatin dan merasa miris setiap kali mendengar, melihat dan membaca berita di berbagai media. Orang tua membuang anaknya, anak dibunuh, anak disiksa, anak di perjual belikan, anak di perkosa. Haduhhhh… mau jadi apa lagi negara ini ?
Kalau ga ingin anak ya jangan bikin anak, kalo ga ingin merawat anak ya titipkan pada panti asuhan saja, kalau emosi kenapa harus ke anak yg dijadikan sasaran, apa salah mereka ?
Bayak kasus yang menjadikan anak sebagai korbannya, di mana hati nurani pelakunya ? Apakah sebobrok ini moral oknum2 itu ?
Hmmmm…. jagalah anak2 anda dengan sebaik2nya, rawatlah anak2 anda sehati2nya, jadikanlah mereka anak2 bangsa yang hebat, yang bisa membawa nama harum bangsa Indonesia.
Untuk rekan2 semua renungkanlah…
*) tulisan edisi galau

image

Saat ini dinegara saya Indonesia Raya, sedang berlangsung kontes putri sejagad, dikabarkan ada +- 130 negara termasuk Indonesia yang ikut berperanserta mensukseskan ajang ini.
Seperti biasa, sebagai negara yang masih belajar berdemokrasi (malah seringnya kebablasan jadi democrazy), banyaklah yang pro dan yang kontra, yang pro berharap dengan adanya acara ini akan mendongkrak nama negara Indonesia sampai ke manca negara, tidak hanya Bali tapi seantero Nusantara nantinya juga akan terkenal. Yang kontra ada juga, mereka menganggap acara tidak berguna, malah ada juga yang memandang dari sudut pandang agama (berita lengkapnya silahkan di cari lewat mbah google ya :p).
Hmmmm…. kalo saya sih memilih untuk berjalan dijalan yang benar (menurut saya)🙂 .
1. Negara Indonesia adalah negara yang berlandaskan pada asas Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu, di negara kita tercinta ini ada berbagai macam suku,ras,agama dan kepercayaan. Jadi klo ada oknum yg mengatas namakan suatu agama untuk menentang mari kembali ke sejarah bangsa Indonesia raya ini,setiap agama yg masuk ke negara ini dulunya masuk dengan damai,bahkan mereka melakukan akulturasi dengan budaya2 bangsa yg ada.
2. Positive thinking lah….🙂
3. Jadilah orang-orang yang bijak, yang memandang sesuatu masalah dari berbagai sudut pandang, negara ini bukan milik perorangan atau kelompok tertentu saja🙂 .
4. Ga usah dibahas kalo ga suka :p gitu aja kok repot… semakin banyak dibicarakan rating Miss Universe juga akan naik🙂
5. Ada yang bilang itu dosa, dosa atau tidak nya mari kita kembalikan pada Tuhan yang Maha Esa. Saya sebagai manusia takut menuduh/men-judge orang lain akan dosa,karena saya bukan Tuhan, saya juga sebagai manusia biasa tak luput dari dosa.🙂
6. Kalo memang menurut agama kontes tersebut tidak etis atau apalah istilahnya, biarkan Tuhan yang memberikan peringatan atau bahkan hukuman bagi siapa-siapa yang mendukung atau apalah namanya.
Thats all… semoga semua bisa mengambil hikmah dan mendapatkan perenungan akan segala sesuatu yang terjadi. Keep smile….🙂

image
Di posting yang lama saya pernah menulis tentang cerita Yusuf dan Zulaikha. Tapi yang ini cerita lain lagi dan mungkin tidak ada hubungannya dengan cerita Yusuf dan Zulaikha🙂.
Buku antologi puisi “Vice Versa” terbitan Rinra Publishing adalah hasil karya kolaborasi Umma Azura dan Reza Mustafa. Buku yang katanya “bukan hikayat Yusuf dan Zulaikha” ini ternyata sangat mengejutkan (bagi saya). Karena isinya yang memang “bukan” itu malah membawa pembacanya (saya) kedalam suatu percakapan cinta yang sangat puitis, indah, menghibur dan pastinya membuat saya terkadang senyum-senyum sendiri🙂 .

ini salah satu bagian yan saya suka,

I Do Like You

Umma Azura

Akh, kamu selalu membuatku turun kasta.

dari sufi menjadi manusia yang dimabuk cinta.

Aku Mabuk

Reza Mustafa

kupikir kau punya susuk

aku mabuk masyhuk

entah susuk yang bagaimana

kau pakai hingga aku terpana

ah, apa peduliku dengan susuk

faktanya aku memang sedang mabuk

kupikir kiau tak benar-benar punya susuk

hanya sederhana saja, punya pesona belaka

dan masih banyak dialog puitis lain yang membuat pembacanya (saya) ikut asik untuk membaca “bukan hikayat” ini dari awal sampai akhir.

untuk lebih jelas tentang Rinra Publishing silahkan kunjungi Sanbui.com