h1

Bayi Tewas Setelah Dibedah dengan Kaca Jendela

7 April 2009

Liputan 6 – Minggu, April 5

Liputan6.com, Ambon: Risna, bayi berusia delapan bulan tewas mengenaskan dengan luka menganga di kakinya setelah dibedah dengan pecahan kaca di Rumah Sakit Umum Al-Fatah, Ambon, Maluku. Diduga, bayi itu tewas akibat malapraktik yang dilakukan seorang dokter berinisial N.

Kini, jenazah korban terbujur kaku di ruang mayat RS Bhayangkara Kepolisian Daerah Maluku. Selain terdapat luka lebam di perut Risna, di kedua pergelangan kakinya juga terdapat luka yang menganga. Luka itu berlubang sedalam dua sentimeter hingga terlihat tulangnya.

Menurut Anci, ibu korban, kejadian berawal ketika Risna dilarikan ke RSU Al-Fatah oleh nenek dan ibunya pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Saat itu Risna membutuhkan pertolongan karena mengalami diare. Setibanya di rumah sakit, Risna diletakkan di ruang unit gawat darurat.

Dokter jaga berinisial N langsung memberi infus. Saat akan diinfus, dokter kesulitan mencari pembuluh darah untuk memasukkan jarum infus. Dokter pun membedah salah satu pergelangan kaki Risna menggunakan pecahan kaca. Karena tak menemukan pembuluh darah di kaki kanan Risna, dokter berpindah ke kaki kiri, namun tak juga mendapati pembuluh darah. Luka di kaki kanan sempat dijahit, namun luka di kaki kiri belum dijahit. Dokter beralasan akan menjahitnya setelah salat subuh.

Akibat menunggu lama, Risna mengejang dan terus mengeluarkan darah di kaki kirinya. Karena panik, Aminah, nenek Risna memutuskan membawa pulang cucunya. Namun, dalam perjalanan menuju rumahnya di kawasan Air Salobar, Risna meninggal Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum. Namun saat diminta persetujuan otopsi oleh polisi, keluarga korban yang miskin tidak mampu membayar biaya otopsi.

Menyadari kematian Risna yang tidak wajar, Aminah dan Anci melaporkan peristiwa itu ke Markas Kepolisian Resor Pulau Ambon. Aparat Polres langsung mendatangi rumah sakit untuk menyelidiki. Polisi kemudian menggeledah dan mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya bekas jarum suntik infus serta perban yang penuh dengan ceceran darah korban.

Pihak RS Al-Fatah Ambon hingga kini belum memberikan keterangan terkait dugaan malapraktik tersebut. Sementara dokter jaga berinisial N kabur dan belum memberikan keterangan.(UPI/Juhri Samanery)

7 komentar

  1. kenapa dijahitnya harus menunggu selesai sholat subuh, mungkin ada alasan lain yg perlu diperjelas


  2. mengenaskan :(


  3. Ini sih bukan malapraktek, tapi pembunuhan. Bisa menambah citra buruk bagi dokter-dokter Indonesia. Harus diadili dengan hukuman yang seberat2nya nih dokter. Gila kali ntu dokter


  4. mengecewakan, dan menyebalkan…


  5. Mmmm, ini valid ya beritanya kok kayaknya kurang masuk akal ya ada dokter sebodoh itu. Atau mungkin bukan dokter ya????? Aneh aja masak sobek sana sini kayak gunting kain aja.

    website: http://www.gangsir.com


  6. walah, kok bisa dokter teledor begitu dapet izin praktek…( makin parno ma dokter) XDD


  7. Bukan dokter x dienya mah! Murderer.



Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.